Jumat, 07 Juni 2019

MILENIUM KETIGA

Di era milenium ketiga ini, bekerja tidak lagi harus terikat oleh ruang dan waktu. Hebatnya lagi, jaringan justru semakin meluas. Dengan teknologi yang semakin canggih terutama di bidang komputer, setiap pribadi bisa menjadi ‘kantor bergerak’ (mobile office). Sebuah kantor yang tidak menimbun sampah kertas dokumen, tidak memboroskan listrik dan logistik, tidak perlu menyewa office boy atau cleaning service, dan tidak perlu mengeluarkan uang sewa kantor atau membayar pajak bumi dan bangunan. Jika dulu sebuah komputer mainframe sebesar traktor berevolusi menjadi PC ( Personal Computer) di atas meja, kini bergenerasi menjadi sebuah laptop berukuran mini atau bahkan PDA dengan keyboard lipat seukuran bungkus rokok. Transaksi keuangan cukup dilakukan secara online dengan fasilitas internet banking. Rapat dengan klien bisa dilakukan di kafe-kafe yang punya ruang rapat mini dan dilengkapi dengan hot-spot, yaitu fasilitas jaringan nirkabel Wi-fi untuk para pengguna laptop atau PDA. Dengan arus informasi yang begitu transparan, selera masyarakat semakin tersegmentasi. Tuntutan agar seseorang fokus pada kompetensinya kian meningkat. Tidak heran jika belakangan muncul profesi-profesi baru seperti: wedding arranger, wedding decorator, internet marketer, seminaris, motivator, juru dakwah, beauty stylist, fotografer, analis, konsultan, pemasaran konsultan syariah, konsultan perusahaan keluarga, pengacara kepailitan, pengacara merek dagang, financial planner, magician, ahli kuliner, koki masak dan lain-lain Di bidang kedokteran ada supersialis bedah otorpedi, ahli terapi pengobatan autisme, pakar liposuction atau ilmu sedot lemak, spesial menangani retina mata, piawai kosmetik gigi dan lain-lain. Semua ini mendatangkan popularitas dan rezeki yang berlimpah. Di bidang entertaintman, siapa sangka jika kehidupan seorang presenter, musik arrnger, pencipta lagu, pembuat viedo klip, promotor musik, sutradara film, script writer, animator, maneger artis, pencari bakat, novelis, koreografer, dan bahkan pelawak bisa begitu gemerlap tak ubahnya para selebriti. Mereka adalah orang orang yang smart dibidangnya masing masing, Mereka memiliki keberanian yang luar biasa untuk keluar dari kebiasaan yang berlaku pada masanya, Mereka jeli membidik pasar sehingga berhasil mempunyai pendapatan yang besar, Mereka rata rata berjiwa ENTREPRENEUR sehingga berdasarkan kepiawaian individual berani menciptakan institusional expertise, Mereka juga membentuk satu sistem menejemen yang apik sebagai supporting semua manuver mereka. Kembali kesoal bekerja ,ternyata kita memerlukan tiga tekhnik yang harus kita jalankan secara berkesinambungan. Pertama : adalah bekerja Keras dengan Tenaga. Kedua : adalah bekerja Cerdas dengan Pikiran. Ketiga : adalah bekerja Ikhlas dengan Hati. Dengan bekerja keras mungkin saja Kita akan Menjadi Kaya. Dengan bekerja cerdas Kita bisa masuk kategori sebagai orang yang Sukses. Dengan bekerja Ikhlas berarti kehidupan Kita akan berubah menjadi penuh Kebahagiaan. www.livesuperpro.com

Tidak ada komentar: